Nama : Musaddam
NIM : 8020210049
Kelas : 02pt6
Apa itu Ubiquitous Computing dan berikan contohnya?
Konsep dasar mengenai ubiquitous computing pertama
sekali diperkenalkan oleh Gordon Moore pada tahun1965. Moore mengamati bahwa
jumlah transistor pada sebuah sirkuit meningkat dua kali lipat setiap tahunnya.
Pengamatan ini kemudian melahirkan Moore’s Law Electronics yang menyakan “The
future of Integrated Electronics is the future of electronics itself. The
advantages of integration will bring about a proliferation of electronics,
pushing this science into many areas. Integrated circuits will lead to such
wonder as home computer-or at least terminal connected to a central
computer-automatic control for automobiles, personal portable communications
equipment”. Moore mengemukakan bahwa di masa depan seluruh alat
elektronik akan saling terhubung dan dikontrol pada sebuah komputer secara
otomatis. Sementara itu istilah ubiquitous computing sendiri
pertama sekali diperkenalkan oleh Mark Weiser pada tahun 1988 di XEROX PARC
ketika menjabat sebagai direktur Computer Science Laboratory (CSL).
Weiser berpendapat bahwa di masa depan teknologi komputer akan kita
temui ditanamkan (embedded) pada
setiap perangkat yang kita gunakan sehari-hari, dimana perangkat tersebut akan
mendukung aktifitas harian kita, dan relevan dengan aktifitas harian kita
masing-masing, mengelola rumah kita. Weiser menyebutkan “The most
profound technologies are those that disappear. They weave themselves into the
fabric of everyday life until they indistinguishable from it”.
Menurut Weiser, ubiquitous computing adalah the next
generation computing environment dimana penggunanya secara
terus menerus berinteraksi dengan jaringan wireless komputer, computing ada di
seluruh aktifitas manusia dan invisible kepada penggunanya.
Ada tiga key
points menurut Wiser, yaitu: (1) Contrasting
virtual reality yakni menanamkan (embedded)
komputer ke dalam real world, bukan real
world kedalam komputer; (2) Challenging
the Personal Computing paradigm yakni terlalu berfokus pada mesin
dibandingkan task yang
harus diselesaikan; (3) New Era of Computing yakni
komputer ada di setiap aktifitas kehidupan kita.
Gambar 1 merupakan contoh dari ubiquitous computing. Pengguna terhubung dengan berbagai layanan yang diakses melalui smart devices pada smart environment dengan menggunakan smart interaction. Hal ini akan mengubah paradigma computing time shared by many people menjadi human time shared by many computers. Bagaimana hal ini dimungkinkan? Perkembangan teknologi komputer sendiri sah mendukung hal-hal berikut ini: (1) Microprocessors sudah berukuran kecil sehingga mudah ditanamkan diperangkat yang digunakan pada aktifitas sehari-hari; (2) Storage harganya sudah lebih terjangkau dan dengan kapasitas yang besar; (3) Wireless networking tersedia untuk mendukung komunikasi; (4) Material baru untuk mendukung berbagai bentuk kebutuhan seperti e-ink, dan tampilan yang fleksibel.
Ubiquitous computing system merupakan perubahan paradigma dari personal
computing menjadi physical
integration. Pada era personal
computing membutuhkan perhatian penuh pengguna dan tidak
menggimplentasikan context-awareness dalam pengembangannya, sementara itu pada era ubiquitous
computing system sudah melibatkan context-awareness dan melibatkan human-computer pada sistem. Context-awareness yang dimaksud adalah memodelkan aktifitas penggunanya (yang dapat diukur
secara tenjibel) dalam berbagai situasi untuk mempelajari kebiasaan pengguna
dalam mengoptimalkan sistem. Sehingga kita sulit membedakan aktifitas yang
berinteraksi dengan komputer atau manusia.
Penerapan ubiquitous computing seperti
pada Info Pad.InfoPad merupakan penelitian yang dilakukan di universitas UC
Berkeley, berkaitan dengan Ubiquitous Computing System. Penelitian ini dimulai
pada tahun 1992 yang bertujuan menyediakan informasi multimedia yang akan
diakses oleh 50 pengguna pada lokasi yang sudah ditentukan secara bersamaan.
InfoPad menggunakan devices yang menampilkan informasi multimedia secara
portable dengan wireless terminal dengan cost rendah.
Seluruhnya informasi multimedia disimpan di server. InfoPad menggunakan
LCD dan stylus untuk mendukung interaksi pengguna dengan devices. Pengembangan
lebih lanjut lagi, InfoPad menggunakan pengenalan suara (speech
recognition) dalam menerima perintah dari penggunanya. Pengenalan
suara akan memetakan masing-masing suara ke perintah dari pengguna jika
menggunakan stylus. Seluruh pengolahan masukan data dan pengembalian informasi
dilakukan di server, InfoPad hanya bertujuan untuk menerima data dari pengguna dan
menampilkan informasi dari server. InfoPad dapat digunakan pada daerah
yang sudah ditentukan UC Berkeley melalui wireless connection. Arsitektur
InfoPad proyek seperti tertera pada gambar diatas.
Komentar
Posting Komentar