NAMA: MUSADDAM

NIM: 8020210049

KELAS: 02PT4 INTERKASI MANUSIA KOMPUTER

TGS4 INDV


Metode Brainstorming

Metode brainstorming adalah suatu teknik atau cara mengajar yang digunakan dalam diskusi kelompok untuk menghasilkan gagasan, pikiran, atau ide yang baru dengan melontarkan suatu masalah ke siswa oleh guru, kemudian siswa menjawab atau menyatakan pendapat atau komentar sehingga masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru.


Metode brainstorming mirip dengan metode diskusi, dimana tujuannya adalah menghimpun gagasan dan pendapat informasi, pengetahuan, pengalaman, dari semua peserta. Pada metode diskusi gagasan dari seseorang dapat ditanggapi (didukung, dilengkapi, dikurangi, atau tidak disepakati) oleh peserta lain, namun pada metode brainstorming pendapat orang lain tidak untuk ditanggapi.


Metode brainstorming dipopulerkan oleh Alex Faickney Osborn pada tahun 1953 dalam bukunya Applied Imagination. Menurut Osborn, kelompok dapat menggandakan hasil kreatifnya dengan brainstorming, dimana brainstorming bekerja dengan cara fokus pada masalah, lalu selanjutnya dengan bebas bermunculan sebanyak mungkin solusi dan mengembangkannya sejauh mungkin.

Aspek-aspek Metode Brainstorming 

Aspek-aspek yang harus diperhatikan sebagai ketentuan metode brainstorming dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut:
  1. Fokus pada kuantitas. Asumsi yang berlaku disini adalah semakin banyak ide yang tercetus, kemungkinan ide yang menjadi solusi masalah semakin besar. 
  2. Penundaan kritik. Dalam brainstorming, kritikan atas ide yang muncul akan ditunda. Penilaian dilakukan di akhir sesi, hal ini untuk membuat para siswa merasa bebas untuk memunculkan berbagai macam ide selama pembelajaran berlangsung. 
  3. Sambutan terhadap ide yang tak biasa. Ide yang tak biasa muncul disambut dengan hangat. Bisa jadi, ide yang tak biasa ini merupakan solusi masalah yang akan memberikan perspektif yang bagus untuk kedepannya. 
  4. Kombinasikan dan perbaiki ide. Ide-ide yang bagus dapat dikombinasikan menjadi satu ide yang lebih baik.

V-Model

V-Model adalah metodologi pengembangan linier unik yang digunakan selama siklus hidup pengembangan perangkat lunak (SDLC). V-Model berfokus pada metode mirip air terjun yang mengikuti tahapan langkah demi langkah yang ketat. Meskipun tahap awal adalah tahap desain yang luas, kemajuan berlanjut melalui tahap yang semakin terperinci, mengarah ke implementasi dan pengkodean, dan akhirnya kembali melalui semua tahap pengujian sebelum proyek selesai.

Proses dalam V-Model

Sama seperti model air terjun tradisional, Model-V menetapkan serangkaian tahapan linier yang harus terjadi di seluruh siklus hidup, satu per satu, hingga proyek selesai. Karena alasan ini V-Model tidak dianggap sebagai metode pengembangan yang gesit, dan karena banyaknya tahapan dan integrasinya, memahami model secara detail dapat menjadi tantangan bagi semua orang di tim, apalagi klien atau pengguna.

Untuk memulai, yang terbaik adalah memvisualisasikan tahapan kasar Model-V, seperti yang terlihat pada diagram di bawah ini.


    image by Wikipedia

Bentuk V dari metode V-Model merepresentasikan berbagai tahapan yang akan dilalui selama siklus hidup pengembangan perangkat lunak. Dimulai dari tahapan kiri atas dan bekerja, seiring waktu, menuju ujung kanan atas, tahapan mewakili perkembangan linier pengembangan yang mirip dengan model air terjun.

Di bawah ini kami akan membahas secara singkat masing-masing dari sekitar sembilan tahap yang terlibat dalam Model-V tipikal dan bagaimana semuanya bersatu untuk menghasilkan produk jadi.


Star Lifecycle Model (Hartson and Hix, 1989)

Dalam  Siklus permodelan ini pengujian dilakukan terus menerus, tidak harus dikahir. Misalnya dimulai dari menentukan kosep desain (conceptual design) dalam proses ini akan langsung terjadi evaluasi untuk langsung ternilai apakah sudah sesuai dengan kebutuhan user, bila belum maka akan terus berulang di evaluasi hingga benar-benar pas, selanjutnya apabila sudah pas, maka dari tahap evaluasi yang pertama akan lanjut ke proses yg selanjutnya yakni requirements/specification yakni memverifikasikan persyaratan rancangan tersebut, dan pada tahap itu juga langsung terjadi pengevaluasian seperti tahap pertama, dan selanjutnya akan tetap sama terjadi pada tahapan-tahapan selanjutnya yakni task analysis/fungsion analysis, pengimplementasian, prototyping hingga pada akhirnya terciptalah sebuah aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan user.
Intinya pada rancangan model ini pengevaluasian dilakukan disetiap tahapan tidak hanya pada tahapan akhir seperti model-model rancangan yang lainnya.
   
Dapat dilihat di setiap tahapan memiliki input dari luar (dari berbagai sumber) untuk dilakukan kegiatan sesuai dengan tahapan yang bersangkutan lalu dilakukan evaluasi. 

Berikut ini merupakan penjelasan dari setiap tahapan yang terdapat pada model Star life cycle : 

Task analysis/Functional analysis : tahapan ini, akan melakukan functional analysis dari input yang di berikan yang kemudian akan dilakukan evaluation. 
Requrements/Specification : tahapan ini, akan mengumpulkan informasi terkait dengan kebutuhan dan segala sesuatu yang bersangkutan dengan software yang akan dikembangkan, lalu dilakukan tahapan evaluation.
Conceptual design/Formal design representation : tahapan ini akan mendesain sebuah desain konseptual dari software yang akan dikembangkan bersadarkan semua inputan yang masuk ketahapan ini. Kemudian dilakukan tahapan evaluation.
Prototyping : Sama halnya seperti tahapan pada Simple interaction design model. dimana prototype merupakan desain interaktif yang memiliki fungsi terbatas yang akan di ujicobakan kepada pengguna lalu melakukan tahap evaluation.
Implementation : tahapan ini merupakan tahapan dimanasoftware diimplementasikan dan digunakan oleh pengguna lalu dilakukannya tahapevaluation.
Evaluation : tahapan ini adalah melakukan evaluasi terhadap setiap tahapan yang menggunakan tahapan ini untuk melihat apakah hal yang dilakukan pada tahapan sebelumnya telah sesuai dengan kebutuhan terbaru dari pengguna lalu memberikanfeedback terhadap tahapan sebelumnya. 

Simple Interaction Design Model Winograd (1997)


Pengertian Simple Interaction
Simple Interaction Design Model Lifecycle Software adalah model yang menggabungkan tiga prinsip pengguna berpusat desain dan empat kegiatan desain interaksi.

Prinsip User-Centered Design
Prinsip-prinsip ini dikembangkan oleh John D. Gould dan Clayton Lewis. prinsipnya adalah sebagai berikut:

  • Fokus pada pengguna dan tugas
  • Pengukuran empiris
  • Desain Interatif

Penjelasan Tahapan dari model Simple Interaction:

1.  Mengidentifikasi kebutuhan dan persyaratan mendirikan untuk pengalaman pengguna
2.  Mengembangkan alternatif desain yang memenuhi persyaratan
3.  Membangun versi interaktif dari desain
4.  Mengevaluasi apa yang sedang dibangun di seluruh proses dan pengalaman pengguna yang menawarkan

https://qnp.co.id/blog/v-model-sdlc-definisi-dan-cara-menggunakannya/

http://izawainacamp.blogspot.com/2017/11/star-lifecycle-model-hartson-and-hix.html

http://jefrisuhardi.blogspot.com/2018/12/simple-interaction-design-model.html

https://www.kajianpustaka.com/2019/07/metode-brainstorming.html

https://qnp.co.id/blog/v-model-sdlc-definisi-dan-cara-menggunakannya/

http://izawainacamp.blogspot.com/2017/11/star-lifecycle-model-hartson-and-hix.html

http://jefrisuhardi.blogspot.com/2018/12/simple-interaction-design-model.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

rumus untuk menentukan Sampling dengan beberapa Referensi Para Ahli (2 Referensi ahli Indonesia, 2 Ahli Luar)